Jakarta, PONTAS.ID – JS tak kuasa menutupi rasa kecewanya atas pelayanan yang didapat dari asuransi Allianz Life dan Rumah Sakit (RS) Siloam, Semanggi, Jakarta Selatan. JS merupakan pemegang polis asuransi Allianz Life yang berstatus aktif.

Pasalnya, Allianz Life dan RS Siloam dinilai telah bersekongkol mengutak-atik komponen biaya bedah agar pasien berinisial JS membayar uang tambahan yang nilainya puluhan juta rupiah. “Pihak asuransi mengingkari apa yang telah di perjanjikan dalam hal klaim asuransi biaya pengobatan selaku pemegang polis,” kata Kuasa Hukum JS, Asri Andriyani kepada wartawan, Selasa (27/5/2025).

Andriyani mengatakan, antara nasabah pemegang polis dengan Allianz Life, telah sepakat untuk menjalankan hak dan kewajiban Allianz Life seperti yang dinyatakan dalam polis asuransi.

Namun, setelah diijinkan pulang pasca tindakan bedah atas cedera bahu di RS Siloam, JS kata Andriyani, kemudian mengajukan klaim atas biaya selama menjalani biaya perawatan ke Allianz Life, “Ternyata dimasukkan ke biaya aneka perawatan. Bukan tindakan bedah! Akibatnya, klien saya harus membayar biaya bedah. Ini tidak sesua perjanjian yang terdapat di polis asuransi,” ucap nya.

Hal ini kata Andriyani menyebabkan biaya aneka perawatan dari JS melampaui batas, “Sebab Allianz Life menyatakan tindakan yang dijalani oleh JS bukan kategori bedah. Sementara, di sisi lain RS Siloam memastikan tindakan yang mereka lakukan adalah bedah,” katanya.

Atas kejadian ini, JS selaku pemegang polis kebingungan dan merasa dipermainkan oleh pihak Asuransi dan pihak RS Siloam, “Sebab tagihan pembayaran kekurangan biaya bedah harus ditanggung langsung, tidak masuk klaim asuransi,” sengit Andriyani.

Rekomendasi Dokter
Sebagai informasi, JS kata Andriyani pemegang polis asuransi Asuransi Allianz Life, sejak Tahun 2019, dengan plafon aneka perawatan sebesar Rp.48 juta dan bedah minor Rp.120 juta per-periode perawatan.

Dari hasil konsultasi dengan dokter saraf atas masalah kesehatan yang dialaminya, JS disarankan untuk diperiksa lebih lanjut dan dirawat inap sembari kondisinya dikonsultasikan dengan dokter ortopedi, “Dokter ortopedi menyarankan harus dilakukan tindakan bedah,” kata Andriyani.

Sebelum menjalani tindakan bedah, JS mengajukan rencana dirinya akan menjalani tindakan bedah ke Asuransi Allianz Life.“Pihak RS Siloam juga telah mengajukan rincian biaya bedah ke Allianz Life dan menyetujui akan menggulangi seluruh pembiayaan,” terang dia.

Andriyani juga mempertanyakan dasar yang melandasi perbedaan arti dari“tindakan bedah” antara Allianz Life dengan dan RS Siloam.

“Kami menduga adanya persekongkolan antara pihak Allianz Life dengan RS Siloam agar klaim asuransi pengobatan bedah dialihkan kepada pasien,” pungkasnya.

Hingga berita ini dipublikasikan, Allianz Life belum memberikan tanggapan, “Harus buat janji dulu melalui telepon,” ucap staf Allianz Life kepada PONTAS.id di Gedung World Trade Center, Jl. Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (28/5/2025) pagi.

Namun saat dihubungi ke nomor 021 29268888, meski dicoba berkali-kali tetap tidak dapat terhubung

Demikian dengan Humas Rumah Sakit Siloam juga belum memberikan tanggapan meski telah sempat berkomunikasi melalui aplikasi perpesanan WhatsApp dari pagi tadi

Penulis: Pahala Simanjuntak
Editor: Fajar Virgyawan Cahya

Sumber: https://pontas.id/2025/05/28/allianz-life-dan-rs-siloam-sekongkol-persulit-pasien-begini-modusnya/